Senin, 27 Juli 2020

Pecahkan Rekor, Harga Emas Capai Level Tertinggi Sepanjang Masa, Vaksin Virus Corona Bisa Jadi Perusak


Pandemi virus corona hingga kini masih terus mewabah di seluruh dunia.

Entah sampai kapan pandemi virus corona ini akan berakhir.

Dunia seakan dibuat porak poranda oleh makhluk tak kasat mata.

Ya, dunia memang sedang rusuh-rusuhnya.

Semakin hari wabah virus corona makin mengintai mengerikan, belum lagi konflik antar negara yang tak berujung.

Pandemi virus corona mengerek harga emas ke rekor tertinggi sepanjang masa.

Kenaikan tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China pun turut membakar harga emas.

Pada Jumat (24/7), harga emas spot berada di US$ 1.902,02 per ons troi.

Meski hanya menguat 0,77% dalam sehari, harga emas ini mencapai level psikologis US$ 1.900 per ons troi, sekaligus melewati level tertinggi sebelumnya.

"Kekhawatiran perlambatan ekonomi global karena perseteruan AS-China mungkin akan menyebabkan pemerintah dan bank sentral berbagai negara dunia memperpanjang stimulus," kata Tai Wong, head of base and precious metals derivative trading BMO kepada Reuters.

China menyerukan agar AS untuk menutup konsulat di Chengdu. Ini adalah balasan setelah AS menyerukan agar China menutup konsulat di Houston.

Konflik AS-China yang berkepanjangan ini menambah tenaga harga emas yang sudah naik karena penambahan kasus baru virus corona yang tanpa henti.

Jumlah kasus baru corona di AS telah melewati angka 4 juta. Sedangkan total kasus secara global telah mencapai 15,58 juta.

"Satu-satunya yang akan menurunkan harga emas adalah pengembangan cepat vaksin virus corona. Hingga ini terjadi, ketidakpastian masih akan ada," kata Rhona O'Connell, analis StoneX kepada Reuters.

Tak cuma harga emas, harga logam mulai lain pun terdongkrak. Harga perak menguat 17% dalam sepekan. Ini adalah kenaikan terbesar sejak 1987.

"Investor melihat perak masih murah jika dibandingkan dengan emas dan inilah yang turut mengangkat harga," kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar