Senin, 27 Juli 2020

Kabar Tak Sedap di Tengah Pandemi Virus Corona, Pakar WHO Sebut Vaksinasi Covid-19 Tak Bisa Dilakukan Awal Tahun 2021


Saat ini pandemi virus corona masih melanda di beberapa negara di dunia.

Termasuk di Indonesia, pandemi virus corona juga masih menjadi momok masyarakat.

Namun, meski masih bergulat dengan virus corona, pemerintah Indonesia maupun negara lain telah melonggarkan aktivitas masyarakatnya dan memulai normal baru.

Meski sudah memasuki fase kehidupan normal baru bukan berarti pandemi virus corona saat ini belum sepenuhnya berakhir.

Terlebih lagi harapan untuk menemukan vaksin dan obat resmi Covid-19 masih getol peneliti di seantero dunia.

Seperti dikabarkan, belakangan juga santer kalau vaksin Covid-19 akan tersedia di awal tahun 2021.

Namun, jangan senang dulu karena WHO baru saja mengungkap hal tak terduga.

Meskipun pengembangan vaksin melawan Covid-19 menunjukkan kemajuan yang baik, tetapi penggunaan vaksin tidak dapat diharapkan hingga awal 2021.

Hal itu diungkapkan pakar WHO pada Rabu (22/7/2020), seperti dilansir dari dari Channel News Asia, Kamis (23/7/2020).

Kepala Program Kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan, pihaknya sedang bekerja untuk memastikan distribusi vaksin yang adil.

Namun, lanjut dia, bahwa upaya untuk menekan penyebaran virus akan terus dilakukan mengingat setiap hari kasus baru di seluruh dunia hampir mencapai rekor.

"Kami membuat kemajuan yang baik," kata Ryan.

Lebih lanjut, Ryan mencatat bahwa beberapa vaksin sekarang dalam uji coba fase 3 dan sejauh ini tidak ada yang gagal.

Baik dalam hal keamanan atau kemampuan untuk menghasilkan respons kekebalan dari tubuh.

Ryan menjelaskan, WHO bekerja untuk memperluas akses ke vaksin potensial dan untuk membantu meningkatkan kapasitas produksi.

"Kita harus adil tentang ini, karena ini adalah barang global.

"Vaksin untuk pandemi ini bukan untuk orang kaya maupun untuk orang miskin, vaksin untuk semua orang," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah AS akan membeli 100 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer Inc dan bioteknologi Jerman, BioNTech jika terbukti aman dan efektif.

Ryan juga memperingatkan sekolah untuk berhati-hati dalam membuka kembali sampai transmisi komunitas Covid-19 terkendali.

Perdebatan di Amerika Serikat tentang memulai kembali pendidikan telah meningkat, bahkan ketika pandemi itu menjalar di banyak negara bagian.

"Kita harus melakukan segala yang mungkin untuk membawa anak-anak kita kembali ke sekolah, dan hal paling efektif yang bisa kita lakukan adalah menghentikan penyakit di komunitas kita," katanya.

"Karena jika kamu mengendalikan penyakit di komunitas, kamu bisa membuka sekolah," imbuh Ryan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar